Kamis, 09 Maret 2023

Menjaga Pandangan

 


Menjaga pandangan mata dari memandang hal-hal yang diharamkan oleh Allah merupakan akhlak yang mulia, bahkan Rasulullah r menjamin masuk surga bagi orang-orang yang salah satu dari sifat-sifat mereka dalah menjaga pandangan.

Abu Umamah berkata,”Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اُكْفُلُوا لِي بِسِتٍ أَكْفُلْ لَكُمْ بِالْجَنَّةِ, إِذَا حَدَّثَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَكْذِبْ, وَ إِذَا اؤْتُمِنَ فَلاَ يَخُنْ, وَ إِذَا وَعَدَ فَلاَ يُخْلِفْ, غُضُّوْا أَبْصَارَكُمْ, وَكُفُّوْا أَيْدِيَكُمْ, وَاحْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ

“Berilah jaminan padaku enam perkara, maka aku jamin bagi kalian surga. Jika salah seorang kalian berkata maka janganlah berdusta, dan jika diberi amanah janganlah berkhianat, dan jika dia berjanji janganlah menyelisihinya, dan tundukkanlah pandangan kalian, cegahlah tangan-tangan kalian (dari menyakiti orang lain), dan jagalah kemaluan kalian.”[2]


Sumber: https://muslim.or.id/4732-jagalah-pandanganmu.html

Photo cr : @islamisasi.bersama.oreki on insta

Pahala Bagi Orang Yang Dighibah


 Allah menyebut ghibah dalam al-Quran sebagai perbuatan makan bangkai sesama muslim.


Allah berfirman,


وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ


“Janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. (QS. al-Hujurat: 12)


Karena itu, para ulama memahami, kedzaliman ghibah akan berlanjut di akhirat. Dimana orang yang dighibah akan diberi pahala dari orang yang meng-ghibahnya. Sehingga ghibah mengurangi pahala seseorang. Sebaliknya, orang yang dighibah akan semakin bertambah pahalanya.




https://konsultasisyariah.com/34775-pahala-bagi-orang-yang-dighibah.html

photo cr : @islamisasi.bersama.oreki on insta

Meninggalkan Hal Yang Unfaedah

 Meninggalkan Hal Yang Tidak Bermanfaat


Di antara tanda baiknya seorang muslim adalah ia meninggalkan hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Waktunya diisi hanya dengan hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya. Sedangkan tanda orang yang tidak baik islamnya adalah sebaliknya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Hadits ini mengandung makna bahwa di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baik berupa perkataan atau perbuatan. (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 288)

Tanda baiknya seorang muslim adalah dengan ia melakukan setiap kewajiban. Juga di antara tandanya adalah meninggalkan yang haram sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim (yang baik) adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti orang lain” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40).

Jika Islam seseorang itu baik, maka sudah barang tentu ia meninggalkan pula perkara yang haram, yang syubhat dan perkata yang makruh, begitu pula berlebihan dalam hal mubah yang sebenarnya ia tidak butuh. Meninggalkan hal yang tidak bermanfaat semisal itu menunjukkan baiknya seorang muslim. Demikian perkataan Ibnu Rajab Al Hambali yang kami olah secara bebas (Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 289).


Sumber : https://rumaysho.com/2322-meninggalkan-hal-yang-tidak-bermanfaat.html
photo cr : @islamisasi.bersama.oreki on insta

Anohana

Ano Hi Mita Hana no Namae wo Bokutachi wa Mada Shiranai



Synopsis

Jinta Yadomi hidup damai sebagai pertapa, menghabiskan hari-harinya jauh dari sekolah dan bermain video game di rumah. Suatu hari di musim panas, teman masa kecilnya, Meiko "Menma" Honma, muncul dan mengganggunya untuk mengabulkan permintaan yang terlupakan. Dia tidak memedulikannya, yang membuatnya kesal, tapi dia tidak terlalu peduli. Lagi pula, Menma sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu.


Awalnya, Jinta berpikir bahwa dia hanya berhalusinasi karena panasnya musim panas, tetapi dia kemudian yakin bahwa yang dilihatnya benar-benar adalah hantu Menma. Jinta dan kelompok teman masa kecilnya terpisah setelah kematiannya yang terlalu dini, tetapi mereka dipertemukan sekali lagi saat mencoba mengistirahatkan jiwa Menma. Menghidupkan kembali rasa sakit dan rasa bersalah mereka, akankah mereka dapat menemukan kekuatan untuk membantu tidak hanya Menma untuk terus maju—tetapi juga diri mereka sendiri?


Background

Ano Hi Mita Hana no Namae wo Bokutachi wa Mada Shiranai. menyatukan kembali staf produksi utama dari serial anime Toradora tahun 2008! Ini pertama kali diejek pada Desember 2010 sebagai produksi bersama Aniplex, Fuji Television, dan studio animasi A-1 Pictures dengan judul AnoHana Project. Serial ini berlatar di kota Chichibu, Prefektur Saitama.

Volume Blu-ray pertama, yang mulai dijual pada 29 Juni 2011, terjual lebih dari 31.000 eksemplar di minggu pertama peluncurannya . Pada saat itu, angka penjualan minggu pertama tersebut adalah yang tertinggi ketiga untuk perilisan Blu-ray volume pertama dari anime televisi, setelah Mahou Shoujo Madoka★Magica (2011) dan K-On! (2009). AnoHana menerima penghargaan Pemilihan Juri di divisi Animasi Festival Seni Media Jepang ke-15.


https://myanimelist.net/anime/9989/Ano_Hi_Mita_Hana_no_Namae_wo_Bokutachi_wa_Mada_Shiranai

Copywritting PAS Formula

  Copywritting PAS Formula Problem Tubuh lelah setelah aktivitas berat? Alasan : menyebutkan masalah yang dialami target konsumen Agitate Mi...